Dalam hidup seorang manusia pasti banyak mengalami cobaan. Dalam hidup manusia juga memiliki banyak keinginan. Namun seringkali antara keinginan dan kenyataan bisa berbeda. Bahkan cobaan tidak hanya datang silih berganti, tapi bisa datang bersamaan.
Saat seperti itu senjata kita hanya doa. Kita panjatkan keinginan dan harapan kita pada Sang Maha Kuasa. Berharap cobaan dicabut dan keinginan kita dikabulkan.
Tapi bisa jadi kita sudah berdoa lama tidak dikabulkan. Bisa berhari-hari, berpekan-pekan, bertahun-tahun. Saat seperti itu kadang kita putus asa.
Kenapa hal demikian bisa terjadi?
Salah satu sebabnya, bisa jadi kita berdoa tidak dengan sungguh-sungguh. Tidak dengan keyakinan. Hanya keluar dari mulut. Tidak dari hati.
"Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai." (HR. Tirmidzi no. 3479. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Ini sebuah kisah nyata seorang nenek miskin yang hanya hidup dengan cucunya yang sakit. Berkat doanya yang sungguh-sungguh dan yakin, menyebabkan Allah seperti 'memaksa' dokter kondang untuk datang mengobatinya.
Mari kita simak kisah yang pendek ini (durasi sekitar 10 menit) yang dituturkan oleh Ustadz Assoc. Prof. Dr ACHMAD ZUHDI DH, M.Fill.I, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya sekaligus pakar hadits di sini.



Posting Komentar