Serba-Serbi Tanah Suci (01): Berapa Total Biaya Naik Haji?


Saat musim haji seringkali kita lihat berita tentang haji. Entah di media stream seperti koran, radio atau beranda media sosial kita. Bagi yang belum, rasanya ingin ikutan juga. Tapi.. berapa total biaya yang harus dipersiapkan. Menurut saya, niatkan saja dulu.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Banyak pertanyaan yang muncul, sebenarnya berapa total biaya yang harus dikeluarkan untuk menunaikan naik haji? Yakni haji reguler. Bukan haji khusus atau Furoda.

Jawabannya sangat variatif. Tergantung pada pribadi dan kebiasaan jamaah. Misal: ada yang puas dengan makanan yang disediakan oleh pemerintah. Tapi ada yang ingin sekali-kali jajan. Tentu yang jajan biayanya lebih banyak.

Namun pengalaman saya dan teman-teman, yang penting diniatkan dulu untuk berhaji. Fokus pada biaya pendaftaran dulu, yakni sebesar Rp 25 juta. Setelah itu, sambil menunggu keberangkatan - yang bisa puluhan tahun - bisa menabung. Tujuannya nanti untuk melunasi dan biaya-biaya lain.

Kalau sudah diniatkan - diiringi doa - Insya Allah pasti dicukupkan. Pasti berangkat. Nanti setelah jauh selesainya berhaji, bila dihitung-hitung akan kaget mengetahui biaya totalnya. Tapi kenyataannya sudah sampai tanah suci dengan lancar.

Menurut Ustadz Khalid Basalamah, sebagian besar yang naik haji (reguler) justru kebanyakan dari orang yang tidak mampu. Seperti kisah Jumaria P Sire Said, jemaah haji Indonesia 2026 asal Maros,Sulawesi Selatan yang tergabung dalam kloter UPG 14 viral lantaran video dirinya di video promosi Makkah Route. 


Dia hanyalah seorang petani penggarap. Bukan pemilik attau juragan. Setiap upah yang didapat - disimpan di bawah bantalnya - disisihkan untuk biaya naik haji. Kalau dinalar, rasanya tak mungkin. Tapi kenyataannya bisa berhaji juga.

RINCIAN TOTAL BIAYA HAJI

Pertama, yang wajib adalah biaya pendaftaran. 
Saat ini masih cukup menyetorkan ke bank Rp 25 juta. Untuk pelunasan, nanti saat positif berangkat naik haji. Jumlahnya berbeda tiap tahun. Ini ditentukan beberapa waktu sebelum musim haji oleh pemerintah dan DPR. 

Kedua, persiapan kesehatan.
Biayanya meliputi medical check up dan vaksin. Untuk medical check up, daftar yang diperiksa akan diberikan oleh Puskesman. Bisa dilakukan di laboratorium umum atau rumah sakit atau puskesman. Lalu ada vaksin Meningitis. Yang tambahan - tidak wajib - vaksin Flu. Biaya yang dikeluarkan Rp 1-2 juta.

Ketiga, KBIH.
Sebenarnya tkut KBIH tak wajib. Tapi pengalaman saya, ikut KBIH itu penting. Kalau tidak, bisa telantar. Tak ada yang memperjuangkan atau mengurus. Dan KBIH ini adalah keluarga kita di tanah suci. Saran saya ikut saja. Cari yang sesuai dengan keyakinan dan teman-teman yang cocok. Biayanya antara Rp 2-5 juta.

Keempat, Paspor.
Untuk keluar negeri maka harus punya paspor. Bagi yang sudah punya paspor, tak perlu membuat lagi. Asal namanya sudah minimal 3 kata. Kalau belum, bisa diuruskan. Seperti nama saya cuma 1 kata - Mochamad Yusuf. Maka paspor perlu diurus. Bila membuat baru biayanya Rp 650.000-950.000.

Lainnya, optional.
Ini terserah kemampuan kita. Misal: pamitan ke tetangga dan teman. Bisa cukup didatangi. Atau usai sholat jamaah, kita minta waktu untuk pamitan, seperti kami. Tapi ada yang mengundang seperti hajatan bahkan mengundang Ustadz terkenal. Terserah sesuai kemampuan.

Monggo dilihat ilustrasi di bawah ini untuk sekedar referensi total biaya yang harus dikeluarkan untuk naik haji. [TSA, 19/05/2026 bakda Isyak]












Posting Komentar

Terima kasih sudah hadir dan berkomentar.
Statsounter
View My Stats
Total Hits