Salah satu akhlak yang harus kita lakukan pada Allah adalah ikhlas. Ikhlas adalah berbuat semata-mata mengharapkan ridha Allah. Atau dalam bahasa populernya adalah berbuat tanpa pamrih hanya semata-mata mengharapkan ridha pada Allah SWT.
"Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." QS 98:5
"Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam," QS 6:162
Hanya dengan keikhlasan semua amal ibadah akan diterima oleh Allah SWT.
Tapi dari pengertian ini timbul pertanyaan, apakah mengerjakan sesuatu dengan imbalan tertentu (harta, pangkat. status dan lain-lain berarti tidak ikhlas)? Jika jawabannya "ya", apakah berarti guru, dosen, dokter, da'i dan pprofesi lain yang menerima imbalan dianggap tidak ikhlas.
Sehingga sampai ada anggapan umum di masyarakat dosen, guru bahkan guru ngaji diberi gaji saja. Karena balasannya adalah pahala (meski aneh kenapa yang lain bahkan profesi buruh gak dikatakan seperti demikian? Buruh saja dapat UMR, sedangkan mereka disuruh ikhlas saja?)
Maka ukuran ikhlas tidaknya bukan berdasarkan tidak dibayar, atau dibayar besar kecil tapi ada 3 kriteria yang harus dipenuhi. Apakah 3 kriteria itu? Kenapa ikhlas itu penting sehingga dianggap akhlak pada Allah?
Monggo disimak kajian yang jarang-jarang ada. Sebuah pengajian yang tak hanya menggunakan dalil Al Qur'an dan hadits Nabi Muhammad SAW, tapi juga kitab lain seperti Bibel dan Taurat. Kajian disampaikan oleh Ustadz BANGUN SAMUDRA, seorang mualaf yang pernah menempuh pendidikan kepastoran hingga jenjang lanjut. Sekarang beliau mengasuh Mu'alaf Center di Surabaya.
Uraiannya gamblang, menarik dan kronologis yang dijelaskan hanya dengan dasar Al Qur'an dan hadits. Juga kadang Bibel sebagai pembanding. Mengikuti kajiannya enak dan mudah dipahami. Apalagi disampaikan dengan segar dan penuh humor di sini.
Kali ini dalam seri mengkaji kitab "Kuliah Akhlak" karya Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., M.A. part #2.



Posting Komentar