Panggilan Tanah Suci (14): Diyar Alsalam Silver Hotel

Diyar Alsalam Silver Hotel

Hotel Diyar Alsalam Silver ini kecil. Kalau tak salah ingat, terdiri 9 lantai. Masjid kecil. Sehingga hanya bisa menampung 1 kloter. Rata-rata hotel di Madinah memang kecil-kecil. Berbeda dengan Mekah di mana 1 hotel bisa menampung lebih dari 5 kloter.

RABU 08/06/2022 - DAY #3

Seusai beres masalah kamar, kita mulai bongkar-bongkar koper. Seperti mengeluarkan baju muslim untuk ke masjid. Karena mulai berangkat dari rumah sampai hotel di Madinah masih pakai baju batik haji nasional. Berarti sudah dipakai selama 3 hari. Hehehe.

Hotel kami di Madinah namanya "Diyar Alsalam Silver". Hotel bintang 3. Letaknya di pojok pertigaan jalan. Lokasinya hanya sekitar 200 meter dari pagar Masjid Nabawy. Sebelah barat dari masjid. 

Istri di depan Diyar Alsalam Silver Hotel. Jalan masih lengang karena jamaah haji belum banyak yang datang

Dari hotel biasanya masuk gerbang 316. Dari gerbang 316 itu lurus ke masjid lama. Jadi dekat banget dengan posisi mihrab. Masjid Nabawy itu imamnya menghadap ke selatan. Karena Madinah di utaranya Mekah. 

Maka juga dekat dengan Raudhah. Raudhah itu dulunya antara mihrab dengan rumah Rasulullah. Itu berarti sebelah timurnya mihrab. Lha sebelah baratnya itu yang namanya masjid lama. 

Kami di depan pintu masuk hotel Diyar Alsalam Silver

Untuk masuk ke masjid lama hanya lewat 2 gerbang. Gate 2 & 3. Tidak seperti Gate lain, Gate ini bisa ditutup sewaktu-waktu bila sudah penuh. Masjid lama memang seperti tertutup.

Hotel Diyar Alsalam Silver ini kecil. Kalau tak salah ingat, terdiri 9 lantai. Masjid kecil. Sehingga hanya bisa menampung 1 kloter. Rata-rata hotel di Madinah memang kecil-kecil. Berbeda dengan Mekah di mana 1 hotel bisa menampung lebih dari 5 kloter.

Berpose dengan satpam hotel Diyar Alsalam Silver. Salah satu kelebihan Madinah, penduduknya lebih ramah.

Tapi karenanya menurut saya pribadi ada keutungannya:
1. Karena kecil, sehingga lift tak perlu antri panjang. Beda banget dengan hotel di Mekah yang besar sehingga sampai menampung 9 Kloter. Meski liftnya banyak, tapi saat tertentu bisa antri panjang masuk lift.
2. Karena kecil, hanya 9 lantai, maka kalau terpaksa naik tangga masih memungkinkan. Dan saya memang pernah naik tangga beberapa kali. Padahal kamar kami ada di lantai 9. Hehehe.
3. Dekat alun-alun. Ini seperti tempat wisata. Ada 3 masjid di sini. Ada bangku yang banyak dan pohon-pohon. Jadi kalau capek dari masjid bisa istirahat di sini dulu sebelum kembali ke hotel. Sekitar alun-alun ada toko dan restoran.
4. Lokasinya lebih dekat tempat bersejarah seperti Masjid Ghamamah, Masjid Abu Bakar, Masjid Ali Bin Thalib, Museum Madinah, dll. Seperti dari Masjid Ghamamah yang bertembok hitam itu hanya 150 meter.
5. Juga dekat dengan fasilitas masjid seperti perpustakaan, tempat distribusi air Zamzam, dll.
6. Dan juga dekat dengan mihrab berarti dekat dengan Raudhah. Dan lebih berpeluang besar bisa duduk di masjid lama.

Lobinya cukup kecil. Persis depan lift. Jadi kalau banyak yang antri depan lift, lobby langsung sesak.

Tapi kekurangannya:
1. Lokasinya kurang umum bagi jamaah. Hotel yang banyak ada di sebelah utara masjid. Alias di belakang masjid. Sehingga pertokoannya lebih banyak di sana. Itu baru saya tahu setelah jalan-jalan seputar masjid.
2. Tempat yang lebih populer dan iconic yang Instagrammable seperti ada tulisan I Love Madinah di sebelah utara. Jadi tak pernah foto-fotoan di lokasi intagrammable ini. Hehehe.

Kelak karenanya saya syukuri dengan posisi itu. Karena lebih memungkinkan dapat tempat di masjid lama. Yakni sebelahnya Raudhah. Tapi saya kira semua jamaah bersyukur dengan penempatan hotelnya. Karena sudah dapat panggilan tanah suci itu bawaannya happy terus. Hehehe.

Duduk sejenak di sofa lobby hotel Diyar Alsalam Silver


Posting Komentar

Terima kasih sudah hadir dan berkomentar.
Statsounter
View My Stats
Total Hits