Rahasia Rezeki (22): Rahasia Rezeki Warung Laris


Dalam mobil ke tempat tujuan, mereka bertanya-tanya kenapa ya mereka mampir ke warung itu? Bukankah masih ada warung lain? Dan kenapa warung langganan tutup? Akhirnya kesimpulannya sama. Rezeki.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Apa sebenarnya hal yang bisa mendatangkan rezeki itu? 

Bila saya berjualan nasi goreng di sebuah jalan, apa yang membuat orang datang ke warung saya? Apakah cukup nasi goreng saya enak? Tapi bagaimana orang tahu nasi goreng saya enak, kalau tak mampir ke warung saya? Bagaimana membuat mereka datang ke warung saya?

Ketika saya menulis serial 'Rahasia Rezeki' ini, sebuah komentar panjang masuk ke saya. Dia bilang, kadang memang rezeki seperti sebuah takdir. Dimana ada sebuah tangan tersembunyi yang mengaturnya itu semua.

Dia bercerita suatu ketika bersama keluarga pergi ke Kediri. Dari rumah dia merencanakan mampir ke warung langganan di Kediri sana. Makanan sedap yang jadi favorit sudah terbayang. Semua anggota keluarga sepakat untuk menahan lapar dulu, sebelum akhirnya melampiaskan ke makanan sedap di warung favorit itu.

Surabaya ke Kediri ditempuh selama 3 jam lebih. Cukup penat juga sebenarnya menunggu di mobil. Akhirnya sampailah ke Kediri. Dengan semangat dia tak langsung ke rumah tujuan, tapi mampir dulu ke warung langganan.

Tapi apa yang terjadi? Warung langganan tutup. Mereka sempat kecewa, tapi yang jelas warung tutup. Padahal perut sudah kadung lapar, karena sudah tidak makan dulu di Surabaya.

Oke. Sekarang berangkat ke warung langganan lain yang dekat dari situ. Sampai di situ, ternyata warung tujuan juga tutup. Beralih ke warung langganan lain, juga tutup. Demikian juga ke warung-warung langganan lain. 

Akhirnya karena sudah lapar sekali, diputuskan sebarang warung untuk didatangi. Akhirnya sampai ke sebuah warung yang buka. Setelah makanan dihidangkan, ternyata makanannya tak enak. 

Dalam mobil ke tempat tujuan, mereka bertanya-tanya kenapa ya mereka mampir ke warung itu? Bukankah masih ada warung lain? Dan kenapa warung langganan tutup? Akhirnya kesimpulannya sama. Rezeki. 

Rezeki, karena tak mungkin warung itu menyuruh warung-warung lain untuk tutup. Tak mungkin pula warung itu mengatur sopir untuk datang ke warung itu. Itulah tangan tersembunyi yang mengatur itu semua.

Namun untuk sampai mendatangkan kesuksesan, tak cukup rezeki. Tapi juga perlu kerja keras. Sesuatu yang bisa terlihat. Warung nyaman, makanan enak, harga terjangkau bahkan tempat parkir yang cukup. Bila tak demikian, rezeki itu akan sia-sia. Tak akan mendatangkan kesejahteraan. Karena orang yang sudah datang akan kecewa, tak berlanjut untuk datang berikutnya. [TSA, 01/12/2010 Bakda Subuh]


Posting Komentar

Terima kasih sudah hadir dan berkomentar.
Statsounter
View My Stats
Total Hits