Catatan Penyintas Stroke (4): Terserang Disfagia


Tiba di RS PHC saya langsung menuju IGD. Ruang ini mengingatkanku dengan almarhum Aris Nursanto, Deputi Jaskug Reg 7 (Kareg 7). Beliau terjangkit Covid saat pandemi Covid-19 tahun 2021 lalu. Dia dirawat di rumah sakit ini juga, dan saya sempat menjenguknya. Maka RS ini mengingatkan pada beliau.

Oleh: Bismo Ariobowo*

'Aroma kematian' yang terasa saat terbujur di dalam ambulan kian meresahkan mengingat kasus kematian Aris bermula dari ruang IGD di RS PHC ini. Maklum waktu itu saya jadi PIC kasus-kasus Covid karyawan PT Pos Indonesia (Persero) di RS PHC. Saya menangani mulai pengurusan dari vaksin para pagawai, perawatan hingga penanganan jenazah Aris yang dimakamkan di Solo. 

Jadi dulu saya mondar-mandir ke RS PHC menangani kasus-kasus Covid yang menimpa karyawa PT Pos.

"Ya Allah, apakah ini jalan menuju kematianku? Seperti juga menimpa Pak Aris di RS PHC ini?" gumamku pasrah di sela-sela kesibukan paramedis menangani banyak pasien di IGD.

Berdasarkan observasi, saya divonis terkena serangan stroke saraf menelan (Disfagia).

Apa Disfagia itu? Berikut saya kutipkan pengertian Disfagia menurut AI.

Disfagia pada stroke adalah kesulitan menelan yang umum terjadi akibat kerusakan otak. Ditandai dengan gejala seperti tersedak, batuk saat makan/minum, makanan tersisa di mulut, suara basah, dan liur menetes. Sakit ini dapat menyebabkan malnutrisi, dehidrasi, pneumonia aspirasi, hingga kematian. 

Maka penanganannya yang tepat dengan skrining awal, modifikasi diet (makanan lunak), latihan otot menelan oleh terapis wicara/okupasi, dan penyesuaian posisi makan, serta nutrisi melalui selang (NGT) jika sangat parah. 

Penyebab Disfagia:
- Kerusakan pada area otak yang mengontrol fungsi menelan.
- Gangguan pada saraf atau otot yang terlibat dalam proses menelan. 

Gejala umum:
- Batuk atau tersedak saat makan/minum. Makanan keluar dari hidung atau tersisa di mulut.
- Sulit mengontrol air liur (ngiler).
- Suara serak atau basah setelah makan/minum.
- Membutuhkan waktu lama untuk makan.
- Nyeri saat menelan.


[Bersambung]
~~~
*Bismo Ariobowo adalah pensiunan PT Pos Indonesia (Persero). Pernah menjabat sebagai Manager Humas di Kantor Pusat, Bandung. Bekerja di PT Pos Indonesia sejak lulus kuliah dari Komunikasi, UNAIR. Sempat berdinas di beberapa daerah di Indonesia.

Posting Komentar

Terima kasih sudah hadir dan berkomentar.
Statsounter
View My Stats
Total Hits