Menjadi Manusia Selalu Beruntung - Luck Factor (5): Jimat Keberuntungan


Jadi orang beruntung bukan karena memiliki kemampuan cenayang (perdukunan). Atau karena punya jimat keberuntungan. Kerap kali orang ke dukun agar dagangannya laris, karirnya moncer dll. Oleh dukun diberi jimat keberuntungan atau sebangsanya.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Lalu apakah karena kecerdasan? Sekali lagi, Dr Richard Wiseman melakukan test. Dia melakukan test kecerdasan antara kelompok beruntung dan tak beruntung. Hasilnya tak ada perbedaan.

Lalu apa?

Keberuntungan umumnya dianggap sebagai daya dari luar: terkadang kita beruntung, kadang tidak. Seperti membawa jimat, akik, keris dll. Tapi bagaimana jika kita sendirilah yang menciptakan keberuntungan & kemalangan yang dijumpai?

Petunjuk datang dari percobaan lotre yang dulu. Ternyata pengharapan kelompok orang beruntung memenangkan lotre lebih dari 2 kali lipat daripada kelompok orang tidak beruntung. Untuk kejadian acak seperti lotre, pengharapan seperti itu kecil artinya. Orang dengan pengharapan menang yang tinggi akan sama nasibnya dengan orang berpengharapan rendah.

Namun, hidup tidaklah seperti lotre! Seringkali, pengharapan bisa membuat adanya perbedaan. Pengharapan membuat perbedaan apakah kita mau mencoba/tidak, seberapa keras bertahan walau mengalami kegagalan, bagaimana berinteraksi dengan org lain dan sebagainya.

Berikutnya diteliti lebih jauh, perbedaan cara berpikir dan berperilaku orang beruntung dan tidak. Nantinya ditemukan 4 prinsip keberuntungan & 12 sub prinsip. Dengan memahami prinsip-prinsip ini maka kita dapat memahami keberuntungan kita sendiri. [TSA, 29/09/2014]

~~~
Saatnya kita membicarakan faktor keberuntungan (Luck Factor) ini. Mari kita gali apa yang dapat meningkatkan keberuntungan kita. Kami akan coba gali satu per satu luck factor ini. Ikutilah serial tulisan kami: 'Luck Factor'

Posting Komentar

Terima kasih sudah hadir dan berkomentar.
Statsounter
View My Stats
Total Hits