
Lha di sini perlu peran percakapan basa-basi. Karena durasi pertemuan tidak lama, maka cukup dengan percakapan basa-basi. Meski namanya ada kata ‘basi’, tidak berarti terkesan sampah alias tidak berguna. Namun jangan sampai juga membuat suasana malah jadi membosankan.
Basa-basi itu perlu, karena menunjukkan Anda menghormati mereka. Juga mempererat pertemanan yang renggang karena jarang bercakap lama, karena tidak setiap hari bertemu.
Basa-basi jadi penting bila bertemu dengan orang baru seperti di bandara, ruang tunggu dokter dan lainnya. Basa-basi berguna untuk memperkenalkan dan mengingat Anda. Isinya ringan dan berupa salam perkenalan. Basa-basi diibaratkan seperti kata-kata sambutan dalam sebuah buku.
Lalu bagaimana berbasa-basi yang benar? Berikut etiket berbasa-basi menurut Mien Uno, presiden direktur Lembaga Pendidikan Duta Bangsa, dalam bukunya “Etiket: Sukses Membawa Diri di Segala Kesempatan”
- Mulai dengan sapaan
Basa-basi bisa dimulai dengan sapaan “halo” atau “selamat pagi” plus senyum yang tulus. Namun sebelum memulai basa-basi lihat situasi dahulu, apakah memungkinkan untuk menyapanya. Setelah menyapa, lihat kembali apakah mereka terganggu atau mau meneruskan percakapan dengan Anda. - Tema obrolan umum
Cukup percakapkan hal-hal dan kejadian umum sehari-hari seperti cuaca, kemacetan lalu lintas, berita aktual dan lainnya. Kalau tidak sering mengikuti media massa, pasti bingung membicarakan apa. Tapi bila demikian, bisa dimulai dari hal-hal yang dirasakan bersama seperti menanyakan tujuan saat di bandara, sakit apa saat di ruang tungu dokter dan sebagainya. - Jangan memonopoli
Usahakan membaca bahasa tubuh lawan bicara. Bila Anda terlalu mendominasi, maka akan membuat mereka bosan bahkan sebal kepada Anda. Beri kesempatan mereka berbicara juga. - Topik yang disenangi lawan bicara
Supaya tidak membosankan, cobalah berbasa-basi dengan tema yang disukai lawan bicara. Caranya dengan memperhatikan bahasa tubuh, alur percakapan dengan mereka atau apa yang dibawa atau dikenakan oleh lawan bicara. - Sabar
Bersabarlah untuk mendengarkan lawan bicara berujar. Jangan pernah memotong pembicaraan, kecuali untuk mengiyakan pernyataannya. - Basa-basi secukupnya
Perhatikan porsi basa-basinya. Secukupnya saja. Jangan sampai basa-basi ini melenceng menjadi gosip. *(my/20160428)


Posting Komentar