Dalam sebuah seminar, pembicaranya melakukan sulap untuk hiburan. Dia meminta satu peserta meminjamkan uangnya dan memasukkan dalam 1 dari 4 amplop yang ada. Peserta tadi diminta menutup mata. Dan amplop terus dikocok.
Oleh: Mochamad Yusuf*
Lalu dia diminta untuk memilih amplop yang ada uangnya. Setelah dipilih, sisanya dibakar untuk dramatis.
Lalu amplop dibuka. Betul! Ada uangnya.
Menariknya, dia terkesan biasa saja. Saat ditanya bagaimana perasaannya?
Dia menjawab dalam hidupnya hal ini kerap terjadi. Dia selalu beruntung. Tertarik dengan jawaban ini, penyaji bertanya ke hadirin siapa yang selalu merasa beruntung dan tidak. Jawaban yang diberikan konsisten terhadap nasib mereka.
Kegiatan iseng ini mendorong pembicara itu, Dr Richard Wiseman, melakukan penelitian lebih intens bagaimana seseorang dapat beruntung. Penelitian ini memakan waktu 8 tahun dan 800 orang. Dan terus berjalan. Termuda: pelajar 18 tahun dan tertua pensiunan akuntan 84 tahun.
Penelitian ini akhirnya menemukan 4 prinsip dan 12 sub prinsip perbedaan penting orang beruntung dan tidak. Tentu saja ini ilmiah dan kerap diantaranya dicoba di laboratorium.
Kami akan coba kirim penjelasan prinsip-prinsip ini di website Enerlife ini. Btw, apakah anda merasa selalu beruntung atau sebaliknya? Komentar saja status ini. Terima kasih. [TSA, 08/09/2014]
~~~
Saatnya kita membicarakan faktor keberuntungan (Luck Factor) ini. Mari kita gali apa yang dapat meningkatkan keberuntungan kita. Kami akan coba gali satu per satu luck factor ini. Ikutilah serial tulisan kami: 'Luck Factor'.
Saatnya kita membicarakan faktor keberuntungan (Luck Factor) ini. Mari kita gali apa yang dapat meningkatkan keberuntungan kita. Kami akan coba gali satu per satu luck factor ini. Ikutilah serial tulisan kami: 'Luck Factor'.



Posting Komentar