Panggilan Tanah Suci (11): Berangkat ke Bandara


Jadi terharu menyaksikan masyarakat ikutan senang dengan melambaikan tangan kepada kami. Rombongan perjalanan ke barat. Tanah suci. Seperti laiknya orang-orang yang dicintai. Padahal mereka tak kenal kami. Kami tahu mereka senang sekaligus rindu ingin ikutan menyusul juga. Insya Allah kalian semua akan menyusul..

07/06/2022 - DAY #2

Seusai menerima paspor, visa dan living cost kita menuju bus masing-masing. Lalu untuk selanjutnya menuju bandara untuk terbang ke tanah suci. Ada beberapa hal menarik di tahapan ini.

Pertama, di Asrama Haji ini seakan sudah di bandara. Maka penyelenggara membawa perlengkapan ala bandara seperti laiknya. Yakni membawa x-ray.

Maka kita ya seperti di bandara. Mengantri melewati gerbang deteksi logam. Juga discan secara manual oleh petugas. Maka kita diminta untuk mengeluarkan barang logam yang kita miliki untuk dimasukkan ke nampan. Seperti arloji, sabuk dll.

Nampan itu bersama tas jinjing kita melewati terowongan x-ray. Di sini banyak kejadian unik. Karena tak boleh membawa air (cairan) banyak. 

Deretan bus yang mengantar kami ke bandara. Saya di bus terakhir.

Ironisnya sebelum menuju aula ini kita digelontor berbagai minuman gratis. Sehingga ada beberapa teman yang membawa banyak minuman. Dan itu sia-sia karena tak bisa dibawa. Hehehe.

Kalau kami peristiwa luar biasanya di sini sepertinya. Tas paspor saya dan istri tertukar sehingga diberi stiker tertukar juga. Stiker ini adalah nomor absensi. Saya nomor 296, istri 297.

Kedua, karena Asrama Haji seperti bandara maka kita diantar langsung di bawah pesawat. Jadi turun langsung masuk pesawat. Seperti penumpang VIP. Hehehe.

Ketiga, ini yang menarik. Saya di bus nomor 2 dari belakang. Jadi masih ada 1 bus lagi di belakang saya. Saat keluar dari Asrama Haji masih pelan-pelan di persis di depan Asrama ada segerombol karyawan yang tergopoh-gopoh keluar dari dalam. Saya lupa apa kantor/perusahaannya. Mungkin apotek/klinik.

Di dalam bus

Mungkin saat mendengar sirine mobil polisi yang mengawal, mereka masih di dalam. Setelah itu mungkin diajak teman lain atau memang keinginannya, mereka keluar di pinggi jalan. Apa tujuannya? Melambaikan tangan ke kita. Da da da.. Hehehe.

Mereka sambil ber-dadada, wajahnya senang, riang. Melihat mereka kita membalas lambaian tangan mereka. Kita tentunya juga senang. Bahkan lebih senang lagi dari mereka.

Dan itu ternyata awalnya. Sepanjang jalan banyak orang yang juga melambaikan tangan ke kami. Ada yang seperti karyawan kantor, keluar dari kantornya untuk menyambut kami. Ada yang keluar dari rumah atau aktivitas, lalu berhenti menyambut kami. Bahkan ada motor yang berhenti untuk menyambut kami.

Jadi terharu menyaksikan masyarakat ikutan senang dengan melambaikan tangan kepada kami. Rombongan perjalanan ke barat. Tanah suci. Seperti laiknya orang-orang yang dicintai. Padahal mereka tak kenal kami. Kami tahu mereka senang sekaligus rindu ingin ikutan menyusul juga. Insya Allah kalian semua akan menyusul..

Masuk bandara lewat rute khusus langsung ke pesawat


Posting Komentar

Terima kasih sudah hadir dan berkomentar.
Statsounter
View My Stats
Total Hits