Catatan Penyintas Stroke (2): Akibat Makan Lontong Kupang?



HP saya tutup. Tak berselang lama, 3 orang tetangga depan dan samping rumah (2 ibu dan seorang bapak) membuka pintu pagar dan mendekat.

Oleh: Bismo Ariobowo*

"Ayo kita ke rumah sakit Pak Bismo! Saya ditelpon Bu Yuli (istriku) diminta tolong antar ke RS," kata bu Hanah yang datang bersama suaminya, Pak Kukuh.

"Minum dulu Pak Bismo," pinta Bu Hanah.

"Bbrrrrr.. fuaaahhh!" Sekali lagi air tak kuasa kutelan. Dan malah menyembur keluar dengan kencang.

Saat saya beranjak menuju pagar, tiba-tiba mobil yang dikendarai istriku datang berhenti tepat di depan rumah.

"Ayo naik! Pakai mobil saya saja," ajak istriku sigap. Kami lalu meluncur ke RS Eka Candrarini, rumah sakit yang baru sebulan diresmikan dan terdekat dari rumah. Rumah sakit milik pemerintah kota Surabaya.

Setelah urus administrasi di IGD, istri lanjut jemput si ragil. Saya ditemani Pak Kukuh di ruang perawatan.

"Howeek......howek...howek..." Saya tetap muntah-muntah. Di IGD saya muntah banyak sekali. 

Isinya: Lontong Kupang! Makanan khas Sidoarjo sejenis kerang kecil yang dibuat kuah dan diberi bumbu Sambal Petis.

Belakangan saya sadar Kupang ini tergolong makanan dengan kadar kolesterol tinggi. Sebelum serangan stroke, siang itu sepulang dari fitness center saya 'andok' (jajan dengan makan di sebuah warung) Lontong Kupang langganan di kampung sebelah. 

Bisa jadi, inilah pemicu serangan stroke karena kolesterol menyumbat pembuluh darah. 


[Bersambung]
~~~
*Bismo Ariobowo adalah pensiunan PT Pos Indonesia (Persero). Pernah menjabat sebagai Manager Humas di Kantor Pusat, Bandung. Bekerja di PT Pos Indonesia sejak lulus kuliah dari Komunikasi, UNAIR. Sempat berdinas di beberapa daerah di Indonesia.

Posting Komentar

Terima kasih sudah hadir dan berkomentar.
Statsounter
View My Stats
Total Hits