HIJRAH HATI: Meninggalkan Kebiasaan Buruk Menuju Pribadi Taqwa | Ustadz ACHMAD SAMSONI


Saat dakwah Rasulullah di Mekah semakin sengit permusuhannya, maka turunlah perintah untuk hijrah. Namun hijrah bukanlah hal yang mudah. Pintu keluar kota sudah ditutup oleh kafir. Bila ketangkap tentunya akan dieksekusi.

Karena itu Rasulullah tak melalui rute biasanya kalau ke Madinah. Berangkat malam hari. Dan berjalan saat siang dan bersembunyi di malam hari. 

Namun meski begitu hampir saja tertangkap. Saat Rasulullah yang ditemani Abu Bakar bersembunyi di gua Tsur.

Pasukan kafir sudah di depan gua. Bila mereka mau melongok ke bawah, pasti Rasulullah ketahuan. Abu Bakar yang melihat ini ketakutan dan cemas ketahuan.

".. Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya: "Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita."" QS 9:40.

Maka hijrahnya Rasulullah itu sangat berat. Dan kita sebagai umatnya juga diperintahkan untuk berhijrah. Yakni hijrah dari kebiasaan buruk menjadi insan bertaqwa. Ini sesuatu yang mungkin sama beratnya dengan hijrahnya Rasulullah.

Namun yang berhasil melakukannya, balasannya tak kaleng-kaleng.

"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan." QS 9:20

Mari kita simak kajian dari Ustadz ACHMAD SAMSONI, S.Ag, M.Pd. Beliau adalah Ketua PDM Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Kajiannya sungguh menarik untuk diikuti. Uraiannya mudah dimengerti dipenuhi nuansa segar yang membuat sesuatu hal berat menjadi ringan dipahami. 


Posting Komentar

Terima kasih sudah hadir dan berkomentar.
Statsounter
View My Stats
Total Hits