Suatu saat Nabi Ibrahim diperintahkan untuk merenovasi Kabah. Bersama putranya, Nabi Ismail, mereka membersihkan, meninggikan pondasinya dan memperindahnya. Tujuannya agar yang beribadah lebih nyaman.
"..Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang itikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!"" QS 2:125
Setelah mereka melakukan itu semua, Nabi Ibrahim berdoa. Doa yang memang sepantasnya dipanjatkan. Agar yang dilakukan tak sekedar bermanfaat tapi berkah karena diterima Allah.
"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui"." QS 2:127.
Setelah itu berdoa minta diutus seorang Rasul.
"Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." QS 2:129.
Doa itu terkabul. Tapi 2.600 tahun kemudian! Tak hanya 1 generasi yang lewat tapi ratusan generasi.
Maka bila doa-doa kita terasa belum dikabulkan, itu mungkin disimpan Allah. Untuk saat tua nanti. Atau saat anak, cucu kita. Bahkan saat keturunan kita kelak.
Maka yang penting sekarang adalah membangun cinta pada Allah. Banyak keuntungannya. Terlebih seperti saat ini di mana keadaan tak menentu. Dolar naik, harga naik, usaha lesu sehingga banyak PHK dll.
Apa saja keuntungannya? Bagaimana meningkatkan cinta kita pada Allah? Apa yang perlu kita sikapi dengan situasi saat ini?
Mari kita simak kajian dari Ustadz Drs AKHMAD ARQOM, MPd.I, yang runtut dengan penuh motivasi. Beliau penulis buku best seller, trainer nasional, motivator, pembicara publik dan host beberapa program di radio dan TV.
Kali ini dalam seri 'MOTIVASI AL QUR'AN' #12 bagian Kajian "MOTIVASI SUKSES USTADZ ARQOM" #19



Posting Komentar