Review Film: Teach You a Lesson


Beberapa hari terakhir mengikuti drakor series "Teach You a Lesson". Temanya terkait pendidikan. Tapi kok dipikir-pikir kok ya mirip di Indonesia ya? Atau semua negara seluruh dunia sebenarnya sama permasalahan pendidikannya?

Baghkan ada akun IG sampai membanding per eppisode dengan fakta peristiwanya di Indonesia. Misal: episode #1 mengangkat tentang murid yang angkuh dan berkuasa karena orang tuanya pejabat. Gurunya sampai takut padanya.

Ini kan persis dengan kejadian di Prabumulih. Sumatera Selatan. Yakni pencopotan Kepala Sekolah SMP Negeri 1, Roni Ardiansyah. Ia dicopot jabatannya secara mendadak setelah menegur seorang siswi (anak Wali Kota Prabumulih) karena memarkir mobil di lapangan sekolah yang sedang digunakan untuk kegiatan siswa.

Yang episode #2 malah plek-ketiplek dengan Indonesia. Anak-anak sekolah teknik yang suka tawuran dan sekolah ngasal saja. Misal tak bawa tas, buku bahkan bolpen. Ini persis seperti tipikal siswa SMK teknik. Atau di episode #5 wali murid yang melaporkan guru yang katanya merugikan anaknya. Dan episode lainnya.

Tentu saja ini fiksi, sehingga dilebih-lebihkan. Tapi kasusnya benar-benar mirip. Sehingga di Korea Selatan sendiri film ini banyak diprotes. Entah apa motivasi mereka sehingga diprotes, padahal solusinya boleh juga. Meski ya tak segampang di film itu.

hal menarik lainnya, adalah kutipan yang disampaikan oleh para tooh filmnya. Keren-keren banget. Inspirasi dan motivasi banget. Seperti “Jangan anggap satu menitmu sama dengan satu menit orang lain. Satu menit saat ini nantinya bisa membuat perbedaan puluhan tahun.” - Na Hwa Jin. Ini saat sang tokoh menasihati seorang siswa nakal yang sering bully seorang siswa pintar.

Atau “Kesalahan dapat diperbaiki. Jika menyerah, itu baru kegagalan.” - Na Hwa Jin. “Jika kau tak bicara, tak ada yang tahu ketidakadilan ini. Jika kau cuma meringkuk, mereka tak akan tahu apa kesalahan mereka.” - Na Hwa Jin

Dan masih banyak yang lain. Recommended pokoknya. Apalagi cuma 10 episode. Jadi gak sampai melekan semalam. Hehehe.

Btw, pagi ini sungguh menyenangkan untuk berolahraga. Matahari bersinar cerah. Dan olahraga pagi ini ditemani teman-teman dari Belanda yang ternyata masih punya hubungan dengan Indonesia. Diaspora. Ibunya lahir dan masa kecilnya di Sumatera. Van Halen!!

Pagi ini bersyukur masih dikaruniai 2 rezeki yang sering jadi penyesalan manusia. Begitu yang diingatkan Rasulullah SAW. Saya syukuri itu dengan olahraga. 

Semoga Allah tetap memberi rezeki tersebut, serta kekuatan agar kita bisa meringankan langkah menuju kebaikan 🤲🏽🤲🏽 [TSA, 15/6/2026 Dhuha]

Posting Komentar

Terima kasih sudah hadir dan berkomentar.
Statsounter
View My Stats
Total Hits