Catatan Penyintas Stroke (10): Mulai Lepas Selang


Pertengahan September 2025 sambil menuggu DSA, saya dirawat homecare di rumah. Pada periode ini satu per satu selang dilepas. Yang pertama dilepas adalah Tracheostomy (lobang di leher). Yang melepas dokter spesialis bedah di RS PHC. Menyusul kemudian selang NGT (selang makan). Yang melepas perawat homecare di rumah. 

Oleh: Bismo Ariobowo*

NGT bisa dilepas menandai saya sudah bisa makan dan minum melalui mulut. Meski makannya bubur atau nasi yang dimasak lembek dan minumnya pelan-pelan sekali karena rawan tersedak.

Selang traceostomy harus dilepas oleh dokter spesialis bedah RS PHC. Bekas lobang hanya ditutup kain kasa. Nanti akan nutup sendiri. Tertutupnya lobang di leher menandai saya bisa keluar suara lagi.

"Belajar keluar suara dengan bengak-bengok, gak papa Pak," kata dokter. Bengak-bengok di sini berarti membiasakan bersuara keras alias teriak. Maka saya memprogram karaoke di rumah mengajak perawat. O ya lagu favorit karaoke adalah "Mangu" dari Fourtwenty dan cover Indonesia Idol.

Ada 2 jenis makanan yang jadi favoritku yaitu bubur Sumsum dan Tahuwa. Bubur Sumsum dibuat dari tepung Beras dan makannya ditambah Juruh (cairan gula Kelapa). Sementara Tahuwa terbuat dari sari Kedelai seperti Tahu Sutra dicampur Wedang Jahe hangat. Hmmm..😋

Selain itu ada 2 jenis kue jajanan yang juga favoritku. Yaitu kue Lumpur dan Nagasari. Bahkan pernah dibawakan perawat kue Lumpur Bu Lilik Sidoarjo yang lezat dan legendaris itu.

Untuk makan nasi, saya harus mencampurnya dengan sayur berkuah. Maka makanku tak jauh dari sayur bening dan sayur Sop. Kalau tanpa kuah jadi sulit menelan. Bisa bikin batuk-batuk tersedak.


[Bersambung]
~~~
*Bismo Ariobowo adalah pensiunan PT Pos Indonesia (Persero). Pernah menjabat sebagai Manager Humas di Kantor Pusat, Bandung. Bekerja di PT Pos Indonesia sejak lulus kuliah dari Komunikasi, UNAIR. Sempat berdinas di beberapa daerah di Indonesia.

Posting Komentar

Terima kasih sudah hadir dan berkomentar.
Statsounter
View My Stats
Total Hits