Catatan Penyintas Stroke (9): Hikmah Kebahagiaan Lain - Lho?


Salah satu hikmah yang 'membahagiakan' dari stroke ini adalah terjalinnya silaturahmi atau perhatian dari pembezuk yang berasal dari tetangga, saudara, dan teman dekat yang sebelumnya tak pernah berkunjung ke rumah. Gegara sakit ini dapat dirajut kembali silaturahmi.

Oleh: Bismo Ariobowo*

Pertama, tetangga kompleks perumahan dan masjid. Meski sering saling sapa saat bertemu di jalan, para tetangga baru kali ini datang mengalir bahkan datang berbondong-bondong ke rumah untuk membezuk. Tetangga jamaah masjid juga memberi perhatian selama saya menuju atau selama berada dalam masjid. 

Maklum pada masa awal dan medio September 2025 saya masih terpasang 2 selang di hidung dan leher. Serta masih memakai alat bantu jalan maupun kursi saat melaksanakan sholat. Meski saya selalu bersama/didampingi perawat, perhatian semacam itu sangat membahagiakan.

Kedua, saudara membezuk. Baik bezuk di rumah sakit maupun di rumah. Yang di rumah sakit sebagian tak bisa kutemui karena sedang pingsan.

Kebetulan di tanggal 2 November 2025, rumahku dapat giliran tempat arisan paguyuban Bani Dhirdjokusumo yang berlangsung setahun 2 kali. Saya bersyukur yang datang banyak banget.

"Sekalian mbezuk.." kata mereka. Sebagian dari mereka adalah saudara dari luar kota seperti Kediri dan Nganjuk. Mayoritas baru pertama kali ke rumahku.

Ketiga, mantan teman Kantor Regional 5. Tentu yang sempat buat aku kaget adalah kehadiran mantan Kareg 7 yang selama berdinas di Surabaya belum sempat ke rumah. Eh, ketika bertugas di Poslog Jakarta malah bisa datang ke rumah. 

Begitu pula dengan Cak Abduh. Saya juga kaget Wan Abduh bisa sampai di rumah, padahal tak pernah tahu alamatku. Ternyata mereka terbantu menemukan alamat rumah dari sopir Poslog Surabaya yang sebelumnya menjadi sopir di Reg 5.

Dari semua pembezuk, yang paling surprise adalah kehadiran Ummi Srie, pegawai Regional 6 Makassar bersama suami. Mereka sedang menghadiri pernikahan keponakan di Surabaya dan menyempatkan bezuk ke rumah. Woow! Padahal saya tidak cukup dekat dengan Ummi Srie eks pagawai KP SB tapi beliau mau menyempatkan diri ke rumah.

Hadirnya pembezuk, di RS maupun di rumah, sangatlah membahagiakan bagi pasien stroke seperti saya yang bawaannya cenderung pengin marah-marah. 

Kehadiran pembezuk, bisa bercerita dan tertawa bersama adalah hiburan tersendiri. Apalagi alamat rumahku terbilang sulit dicari meski pakai Google Maps. 


[Bersambung]
~~~
*Bismo Ariobowo adalah pensiunan PT Pos Indonesia (Persero). Pernah menjabat sebagai Manager Humas di Kantor Pusat, Bandung. Bekerja di PT Pos Indonesia sejak lulus kuliah dari Komunikasi, UNAIR. Sempat berdinas di beberapa daerah di Indonesia.

Posting Komentar

Terima kasih sudah hadir dan berkomentar.
Statsounter
View My Stats
Total Hits