Pagi tadi kajiannya tentang kisah penyembelihan Nabi Ismail oleh Nabi Ibrahim. Jamak. Kita mungkin sudah banyak tahu. Tapi tadi saya dapat sebuah insight baru.
Pemaparan ahli Filologi Unair ini, yang bisa berbagai bahasa khususnya bahasa Semit - negara sekitar Timur Tengah - bisa menjelaskan sebuah aspek lain yang mungkin kita, eh saya, luput. Yakni tentang anak.
Terus yang bikin tersentuh saat beliau menggamnbarkan bagaimana nanti kalau kita sudah ditinggal anak-anak kita. Mereka sudah membentuk keluarga sendiri. Kita kembali berdua dengan pasangan. Bahkan jadi sendiri karena ditinggal wafat pasangan.
Saya lihat para jamaah, yang kebanyakan sudah sepuh termasuk saya, berkaca-kaca matanya. Saya sendiri ikutan mewek. Sama meweknya kemarin saat melihat orang tua bangga diberi mahkota oleh anaknya yang lulus tingkat mengajinya. Sebuah Imtihan di TPQ masjid dekat rumah.
Jadi 2 hari mewek terus.. Ihik-ihik.
Pulang ke rumah, ngedit sebentar, lanjut olahraga. Bulan baru semangat baru. Apalagi ditemani 3 orang yang super energic. Meski cuma 3 orang, bikin bersemangat. Ingin rasanya kaki dan tangan bergoyang. Metallica. Hehehe.
Pagi ini bersyukur masih dikaruniai 2 rezeki yang sering jadi penyesalan manusia. Begitu yang diingatkan Rasulullah SAW. Saya syukuri itu dengan olahraga.
Semoga Allah tetap memberi rezeki tersebut, serta kekuatan agar kita bisa meringankan langkah menuju kebaikan 🤲🏽🤲🏽



Posting Komentar